Menu

WALIKOTA BUKA LOMBA MINAT BACA

  • Kamis, 16 Februari 2012
  • 540x Dilihat
WALIKOTA BUKA LOMBA MINAT BACA
Walikota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis, 16 Februari 2012 hadir di Museum Bali. Kehadiran orang nomor satu di Kota Denpasar tersebut didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, A.A. Ngurah Rai Iswara guna membuka secara resmi Lomba Pengembangan Minat dan Budaya Baca 2012, Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar yang diadakan dalam rangka menyambut HUT Kota Denpasar yang ke-20 tahun 2012. Walikota yang disambut oleh Kepala BPAD, I.G.A. Rai Anom Suradi, tampak terlihat sangat antusias dan bersemangat. Beliau sepertinya merasa senang dan bangga melihat banyaknya para peserta lomba minat baca kali ini. Acara diawali dengan pembacaan laporan ketua panitia oleh Kepala BPAD Kota Denpasar, dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh Walikota Denpasar yang dalam kesempatan tersebut mengatakan, perubahan yang terjadi akhir-akhir ini pada generasi muda sekarang merupakan fenomena yang patut disikapi bersama, hal tersebut bukan semata kesalahan orangtua di rumah, bukan juga guru yang bertugas mendidik di sekolah, atau hanya menyalahkan pemerintah saja, akan tetapi kesalahan itu terletak pada kita semua. Untuk itu beliau menghimbau serta mengajak para juri yang secara garis besar adalah dosen dari Fakultas Sastra Unud tersebut agar bekerjasama dengan pemerintah serta komponen berperan lainnya untuk bersama-sama memikirkan langkah demi langkah upaya melakukan perubahan terhadap generasi muda sekarang serta memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur kita untuk dapat menopang martabat dan perilaku para generasi muda dalam menghadapi perubahan jaman di era globalisasi yang dirasa telah mengkikis dan tergiring oleh pengaruh dari luar terutama untuk hal-hal yang bersifat negatif. Beliau juga sempat mengulas tentang masa kecilnya, yang sering diperdengarkan tentang cerita-cerita Tantri oleh orangtuanya.Salah satu cerita yang paling beliau ingat hingga sekarang adalah cerita tentang I Kekua dan I Kedis Cangak, walaupun tampak sederhana namun sangat banyak mengandung petuah serta filosofi hidup. Mengakhiri sambutannya, Rai D. Mantra menyarankan kepada panitia dan juri agar tahun depan memperbanyak jenis lomba dan memperluas spektrum dari kegiatan tersebut. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan berita acara lomba perpustakaan tingkat desa/kelurahan dan lomba guru bercerita berbahasa Bali tingkat Taman Kanak-Kanak oleh panitia, sekaligus mengumumkan nama para pemenang lomba. Acara penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan sesaat setelah pembacaan berita acara, langsung oleh Bapak Walikota didampingi Sekda dan Kepala BPAD Kota Denpasar. Pembukaan acara lomba ditandai dengan penyerahan Teks Puisi Wajib Bahasa Bali kepada salah seorang perwakilan peserta lomba Adapun tiga jenis lomba yang diadakan di Museum Bali pada saat itu adalah, lomba bercerita berbahasa Bali tingkat SD, lomba berpuisi berbahasa Bali tingkat SMP dan lomba berpidato berbahasa Bali tingkat SMA.